Alumni Pesantren Bisa Masuk PTN

Published February 4, 2013

Banyak orang tua yang khawatir menyekolahkan anaknya di pesantren dengan alas an anaknya akan kesulitan melanjutkan kuliah di perguruan tinggi negeri terkemuka seperti UI, ITB dan UGM.  Kekhawatiran itu sekilas terkesan benar mengingat pesantren umumnya lebih banyak mengajarkan materi pelajaran keagamaan sementara ujian tulis masuk PTN lebihmenitiberatkan pelajaran umum seperti matematika, bahasa inggris dan lain-lain.   Namun, kini sudah banyak pesantren yang membuka sekolah atau madrasah di lingkungan pesantrennya, sehingga dengan demikian santri di pesantren tersebut juga mengenyam mata pelajaran umum layaknya pendidikan formal di sekolah-sekolah negeri dan swasta umum di luar lingkungan pesantren.  Pesantren dengan local genius-nya telah mampu beradaptasi dengan tantangan zaman dan tuntutan pasar dengan prinsip “mengambil nilai baru yang lebih baik dan melestarikan nilai lama yang masih baik”.

Kementerian Agama pun cukup tanggap merespon tuntutan orang tua tersebut dengan mendesain madrasah aliyah (setingkat SMA) unggulan/model di setiap provinsi dan bahkan di tingkat nasional.  Di Jakarta, ada MAN 4 Model di Lebak Bulus yang menjadi MAN unggulan di DKI Jakarta.  Lulusan MAN 4 tersebut tersebar di banyak PTN se-Indonesia, bahkan pada jurusan-jurusan favorit seperti Fakultas Kedokteran UI.  Belum lagi ada MA Insan Cendekia di Serpong yang mennerima lulusan-lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Indonesia.  Tidak cukup dengan mendirikan MAN Model, Kementerian Agama sejak 6 tahun terakhir menyiapkan program Beasiswa Santri Berprestasi yang menseleksi secara mandiri ribuan santri pesantren setingkat aliyah se-Indonesia untuk masuk PTN favorit seperti IPB, ITS, UGM, Unair dan lain-lain.    Di IPB, jumlahnya setiap tahun mencapai sekitar 50-an orang.  Para mahasiswa alumni pesantren yang menerima beasiswa tersebut bergabung dalam CSS Mora (Community Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs) yang didirikan di tiap kampus PTN yang bekerja sama dengan Kementerian Agama RI.

Walaupun Kementerian Agama sudah melakukan program affirmative action tersebut untuk meluluskan sebanyak-banyaknya santri ke PTN se-Indonesia, namun upaya tersebut masihlah kurang mengingat tidak semua PTN mau bekerja sama dengan Kemenag dalam program Beasiswa Santri berprestasi tersebut. UI, misalnya. Universitas terbaik di Indonesia ini masih enggan menerima tawaran kerja sama Beasiswa Santri Berprestasi Kemenag.  Pihak UI beralasan bahwa setiap pelajar atau santri yang ingin masuk UI harus mengikuti ujian tulis nasional (SNMPTN atau kini SBMPTN), bukan ujian tulis yang dilaksanakan mandiri oleh Kemenag seperti halnya program Beasiswa Santri Berprestasi.  Oleh karena itu, hingga tahun lalu, para santri pesantren yang ingin melanjutkan kuliah di UI harus bertarung bebas dengan ratusan ribu pelajar se-Indonesia tanpa ada jalur khusus atau affirmative action sebagaimana program Beasiswa Santri Berprestasi Kemenag RI.  Jalur ujian tulis masuk PTN masih terbuka cukup lebar mengingat kuota ujian tulis masih 50% dari sisa kuota kursi PTN yang sudah didistribusikan melalui jalur undangan.  Para alumni pesantren tidak dapat terlalu berharap pada jalur undangan mengingat, PTN masih akan tetap memprioritaskan pelajar-pelajar dari sekolah-sekolah negeri atau swasta unggulan yang terakreditasi baik untuk mengisi kursi PTN via jalur undangan.

Dalam konteks inilah, maka diperlukan sebuah program khusus yang didesain secara sistematis dan komprehensif serta berkelanjutan.  Forum Alumni PMII UI bersama sejumlah sahabat PMII, IPNU-IPPNU, Ansor dan elemen generasi muda NU lainnya di berbagai kota se-Indonesia mendesain Pesantren Kilat Sukses Masuk PTN yang bertujuan meluluskan sebanyak-banyaknya santri alumni pesantren ke PTN.  Pesantren Kilat Sukses Masuk PTN tidak hanya mendrilling soal-soal ujian tulis masuk PTN, tapi juga akan menanamkan nilai-nilai ke-Islaman dan kebangsaan sehingga para peserta mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan kampus PTN yang majemuk.

Tim akademik Pesantren Kilat Sukses Masuk PTN didukung oleh tiga nama senior PMII UI yang telah makan asam garam di dunia bimbingan belajar di belantara Jakarta dan telah berpengalaman meluluskan ribuan pelajar ke berbagai PTN se-Indonesia sejak tahun 1996.  Pertama, Achmad Solechan, alumni Fisika UI, pendiri Bimbel Makara Insani Jakarta.  Kedua, Sutarmin, alumni Fisika UI, direktur Bimbel Makara Insani dan pernah menjadi dosen di FMIPA UI. Ketiga, Alfanny, alumni Sejarah UI, pengajar professional di berbagai bimbingan belajar dan SMA di Jakarta.  Tim akademik inilah yang akan melakukan konsultasi langsung dengan setiap peserta Pesantren Kilat Sukses Masuk PTN 2013 dalam memlilih jurusannya di PTN secara tepat sesuai dengan minat dan kemampuan akademiknya.  Inilah titik krusial dalam meluluskan siswa di PTN, pemilihan jurusan yang tepat!  Selain konsultasi pemilihan jurusan, tim akademik tersebut juga akan menyiapkan seperangkat sistem sanlat mulai dari modul belajar, try out, matriks passing grade jurusan PTN dan lain-lain sebagaimana layaknya standar bimbingan belajar professional.

Panitia Pesantren Kilat Sukses Masuk PTN 2013 juga akan menseleksi secara ketat calon peserta sanlat dengan tes tulis yang berstandar ujian tulis masuk PTN.  Panitia tidak akan menerima peserta “titipan” ataupun yang bisa membayar mahal.  Seluruh peserta yang diterima akan dibebaskan dari biaya sanlat, kecuali formulir ujian tulis masuk PTN.

Sanlat juga didesain lebih efektif dan fokus antara lain dengan tidak mengasramakan dan memberi makan peserta.  Menurut perspektif psikologi, para siswa yang belajar intensif sebulan penuh perlu waktu luang untuk memulihkan kembali kinerja otaknya, sehingga mereka cukup belajar 3 sesi (4,5 jam) sehari tanpa menginap.  Namun, panitia juga memberikan training motivasi dan mental-spiritual selama minimal 1 hari dan 1 malam menginap agar mereka siap menghadapi tes tulis.  Pada training 1 hari 1 malam tersebut, akan disisipkan materi ke-Islaman moderat dan kebangsaan sebagai bekal mereka mengarungi dinamika kehidupan kemahasiswaan kampus PTN yang majemuk.

Sebagai wadah koordinasi Pesantren Kilat Sukses Masuk PTN 2013, Forum Alumni PMII UI telah menginisiasi lahirnya Jaringan Nusantara untuk Sukses Masuk PTN (JN-SMPTN) bersama sejumlah elemen generasi muda NU yang telah secara kontinu bekerja day to day untuk memfasilitasi para santri untuk masuk PTN.  Jaringan Nusantara untuk Sukses Masuk PTN dikomandani sahabat Achmad Solechan, alumni Fisika UI yang telah secara professional mampu mengembangkan Bimbel Makara Insani di Jakarta.  Untuk sementara, Pesantren Kilat Sukses Masuk PTN akan diselenggarakan di Jakarta, Bandung, Pati, Wonosobo dan Tuban.  JN-SMPTN sedang berkomunikasi dengan sahabat-sahabat generasi muda NU lainnya untuk melaksanakan sanlat di kotanya masing-masing.

Bagi para santri atau pelajar yang ingin melanjutkan kuliah di PTN dan ingin mengikuti Pesantren Kilat Sukses Masuk PTN 2013 yang diselenggarakan Jaringan Nusantara untuk Sukses Masuk PTN dapat menghubungi manajemen pusat di Kantor Pusat Jaringan Nusantara untuk Sukses Masuk PTN di Gedung Student Center NU Makara, Jln Yahya Nuih No. 83A RT 01 RW 01 Margonda Raya (belakang Gramedia Depok) dengan contact person Abdurrahman, 081389618826 atau Wildan, 085717552221. Email panitia di sanlatptn@yahoo.com“> sanlatptn@yahoo.com

No Response to “Alumni Pesantren Bisa Masuk PTN”

Leave a Comment